Thursday, April 8, 2010

‘Bintang itu, bintang berjalan sepanjang hari’





Tak mampu melepasnya, walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Pernahkah kau mengira,kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya, dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
(memiliki kehilangan_letto)

Makassar,  Desember 2009,
Dari sebuah obrolan singkat dengan seorang  teman lama….

“ Dia akhirnya bisa juga melupakan kamu. 
Meskipun harus dengan *jalan seperti ini. Tega kamu, Ded “
“  Menemani dia makan siang, mendatangi dia di kelasnya, mengajarkan PR matematika yang sebenarnya dia juga bisa,
kamu membuat dia berfikir bahwa kamu suka padanya”
“  Tiap bel jam istirahat  berdering, dia  segera sibuk mematut diri di depan cermin kecilnya  yang lengkap dengan bedak, yang entah sejak kapan dia miliki karena saya tahu persis dia bukan tipe perempuan 
yang suka dandan, ia akan
berkali-kali bertanya padaku memastikan apa dia sudah kelihatan cantik. “
“  Tiap hari dia menunggu kamu  memintanya menjadi pacar kamu. Kamu biarkan dia menyimpan harapan.  
Tapi sampai promnite pun kamu tak juga melakukannya. ”

‘Bintang itu, bintang berjalan sepanjang hari’

Dia bernama Anya. Pradnya Paramita.  6 tahun yang lalu, kusebut dia sebagai ‘bintang berjalan sepanjang hari’. Di wajahnya kulihat kilauan kejora yang bersumber tepat dari bola mata yang biru. Dia memang cantik.  Namun bagiku pesona keindahan hatinya yang lebih memancar. Dan paling dipuja. Anya sederhana dan rendah hati walaupun dia punya segalanya. Segala hal yang cukup untuk menyombongkan diri.   Semua orang betah berlama-lama didekatnya.  Karena ia peduli pada orang-orang disekitarnya. Dia bersahabat dan menghargai semua orang tanpa memandang status.  Tak heran semua kagum dan suka padanya. Baik itu perempuan terlebih lagi laki-laki, banyak yang mendambakannya. Aku salah satunya. Aku, Dedi Hariadi. Ketua OSIS sekaligus kapten tim Basket sekolah.

‘Kekalahan bukan ketika mencintai, tapi ketika tidak pernah mengungkapkannya’

Mengapa kusebut dia bintang? Ia dekat, tapi tak bisa kugapai karena ternyata ia sangat jauh. Beberapa bulan sebelum tamat, aku pernah diberi kesempatan untuk dekat dengannya.  Diawali ketika sama-sama dilibatkan dalam kepanitiaan sebuah kegiatan seminar  di sekolah kami. Sejak itu kami akrab, sering bersama . Tapi kurasa ini tak mungkin bisa membuatku merasa spesial. Kurasa bukan hanya aku, dia mengganggap semua orang dekat dengannya.  Aku memilih tak akan macam-macam dengan kedekatan ini. Tak mau mengambil resiko. Meski aku begitu mendambakannya. Gadis seperti dia tidak mungkin tak ada yang memiliki. Dan malam itu di pesta perpisahan aku pamit padanya. Padahal seandainya waktu itu aku berani mengungkapkan perasaanku, apa hal kemungkinan terburuk yang kudapatkan? paling-paling ditolak. Dan dia tak jadi kekasihku. Tapi sudah ketentuan paten, penyesalan selalu datangnya belakangan. Pilihanku ternyata jauh lebih buruk, karena kenyataannya waktu itu ia bisa jadi kekasihku. Aku memilikinya  disaat yang sama ketika aku kehilangannya, kehilangan yang besar.

Ini lagi-lagi sebuah kisah yang saya peroleh dari curhatan seorang teman. Postingan ini sebenarnya sudah lama saya simpan di draft post, baru bisa publish setelah dapat ijin dari yang bersangkutan. Bukannya bermaksud membeberkan kisah hidup orang lain untuk jadi konsumsi publik, sementara saya sendiri diberi kepercayaan penuh oleh teman saya itu untuk mengetahui kisah hidupnya. Namun saya pikir alangkah baiknya sebuah pelajaran yang pernah kita peroleh dibagi ke orang lain. Yang bersangkutan akhirnya setuju dengan syarat identitas aslinya disembunyikan.
*Pradnya Paramita, wafat di usia 27 tahun akibat limfoma (kanker kelenjar getah bening) yang menyerang sumsum tulang. Sempat menjalani kemoterapi selama 7 bulan lalu memutuskan operasi dan sejak itu tidak pernah sadarkan diri. Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami masa koma selama 2 hari.
" Mungkin ini hanya sebuah kisah yang biasa saja. Tapi ke-biasasajaan-nya semoga memberi  hikmah yang  luar biasa bagi  pembacanya " (ini kata teman yang punya kisah)






40 comments:

  1. salam,,, yups,,,

    wah so sweet sekali pandanganmu teman,
    touchy,
    begitu bermakna,,

    ^_*

    ReplyDelete
  2. Wahh,.
    semoga dia tenang disisi-Nya. Aminnn

    ReplyDelete
  3. met malam neng,berkunjung dulu sebelum tidur. .
    hehehe. .

    ReplyDelete
  4. menyentuh sekali kawan... sip...

    ReplyDelete
  5. begitu menyentuh...
    ya... pasti ada hikmah dibalik semua cerita ^^

    met malem ^^

    ReplyDelete
  6. subhanallahh..
    kata2nya indah mbk..

    semoga kang dedi diberi ketabahan..
    tapi itulah takdir..
    kita g bisa menyesali kenapa g sejak dulu dia sama kita..tapi seharusnya kita berpikir apa saja diwktu yg sedikit itu kita lakukan sama dia..orany yg kita kasihi..
    tapi itulah kisah..
    endingnya tiada yg tahu
    hanya tuhan..
    dan tuhan psti tahu orng yg diujinya mampu menghadapi itu semua

    ReplyDelete
  7. hhh...
    gak tau mau komen apa neh..
    semoga dia di terima di sisi-NYA..
    n pelajaran berharga akan selalu ada.,

    ReplyDelete
  8. hikmah yang luar biasa dari cerita yang biasa-biasa.

    ReplyDelete
  9. Sekarang di telah menjadi bintang yang bersinar di atas sana...

    Kunjungan dini hari....^_^

    ReplyDelete
  10. Lunjungan PAgi sobat pengen ngasih tau blog BAru kuu.. hihihihihihihihi
    -Radhityanotes-

    ReplyDelete
  11. Semangat penghayatan pada suatu renungan akan membuahkan titik temu sejati...yakni semua ini berzikir kepada sang illahi....mantap sahabat ku....nice...semangat selalu....

    ReplyDelete
  12. yah, penyesalan memang slalu datang belakangan. apapun itu, semoga ada hikmah yg bisa diambil. Jadi, kenapa takut ngambil suatu peluang...??

    yuk, hadapi hidup...,, ;D

    ReplyDelete
  13. Kunjungan pagi ke rumah sahabat Blogger..

    Semoga hari ini bisa lebih menyenangkan...

    ReplyDelete
  14. aq takut kalau pilihan seprti itu datang padaku,,, aq ga bisa bilang apa2 lagi,, huuhhuu

    sabar ya temannya ika,, :)

    ReplyDelete
  15. Assalamualaikum...
    well piet suka dengan QUOTEnya...

    "kekalahan bukan ketika mencintai,
    tapi ketika tidak pernah mengungkapkannya"

    ReplyDelete
  16. semoga kisahnya bisa mengilhami bahwa keberanian adalah kemenangan

    ReplyDelete
  17. keeereeen dah...
    kunjungan pageee... :)

    ReplyDelete
  18. Aku terharu dengan kisahnya..

    ReplyDelete
  19. nama temanmu pradnya paramita sama persis loh sama nama temenku waktu SMP
    tapi mungkin beda yah karena temanku itu alhamdulillah masih hidup dan sekarang sudah married

    ReplyDelete
  20. lovely post look great i like this post dear

    ReplyDelete
  21. hanya doa yang bisa menentramkan hati.. semoga dia diterima Disisi-Nya

    ReplyDelete
  22. thanks all...atas kunjungannya.. (^_^)
    Keep blogging..

    ReplyDelete
  23. hemmm... Na jg pernah punya bintang,,,,
    tpi dah lama hilang... semenjak dia menemukan cinta dihatinya....

    sahabat yg telah lama menghilang
    hikz :(

    bintang,,,,
    bulan kangen... :(

    ReplyDelete
  24. tidak ada yang abadi di dunia ini
    semua kembali kepada Sang Pemilik
    bintang pun adalah milik Sang Pemilik
    semoga dia tenang di alam sana

    ReplyDelete
  25. so sweet Kak, so touch.... huhuhuh ^;^

    ReplyDelete
  26. Kehilangan kadang malah mengingatkan kita bahwa kita pernah memilikinya...

    memang banyak hikmah yang bisa diambil dari ceritamu mba...

    ReplyDelete
  27. sangat menyentuh..
    ahh...susah berkomentar..

    ReplyDelete
  28. Hai Ika, kunjungan perdana dan komen pertama nih :)

    wah, perumpamaan yang cantik sekali, saya suka dengan ungkapan bintang yang tak bisa digapai karena dia terlalu jauh dan hanya bisa dikagumi diam2.

    Saya link blognya ya :) salam kenal.

    ReplyDelete
  29. Merinding...aku bacanya? bukan ngeri tapi atut :(

    ReplyDelete
  30. yang ada dan tiada yang hidup pastikan kan kembali padanya walau bermacam jalanya
    slm kenal

    ReplyDelete
  31. yang ada dan tiada yang hidup pastilah kembali padanya walau berbagi jalan menujunya
    salam kenal

    ReplyDelete
  32. Kisah penuh hikmah tentang Bintang yang berjalan sepanjang hari. Selamat malam Ika.

    ReplyDelete
  33. berkujung perdana

    salam kenal

    sudilah kiranya mampir dan berkomentar di tempatku dan menjalin persahabatan


    ^__^

    ReplyDelete
  34. Ikut berduka.
    semoga dia di terima di sisi-NYA..
    salam kenal.

    ReplyDelete
  35. kata katanya indah.....
    cerita yang mengharukan.....
    penyesalan selalu datang terlambat....saya setuju...

    ReplyDelete
  36. terharu banget aku
    semoga Anya mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.
    amin..

    ReplyDelete
  37. T.T....
    semuanya terjadi begitu saja...
    kesempatan disia-siakan cuma karena....
    takut?
    kalo baca cerita ini jadi inget diri sendiri,, mirip kayak si ketua OSIS, smoga aja kisahku gak sesedih dia...
    bener2 pelajaran yang berharga...
    terima kasih...

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berKunjung ke Blog sayah..Silahkan dikomentari ya... thnk u...(^_^). salam Blogger..

You Might also Read

Related Posts with Thumbnails