Tuesday, April 13, 2010

Datangnya Keberanian Besar






 'Tuhan menempatkan beban terberat pada mereka yang dapat membawa beratnya'
Reggy White


Hari itu aku menyaksikan seseorang dengan keberanian yang besar…

Aku kelas 5 SD waktu itu. Sekolah sedang mengadakan acara maulid besar-besaran yang dihadiri oleh seluruh murid dan guru-guru. Seminggu sebelumnya, aku sudah malas-malasan ke sekolah. Bukan karena tak ingin belajar. Tapi karena sehari sebelumnya aku ditugaskan untuk membawakan tilawah di perayaan maulid nanti. Ya, aku dikenal pandai mengaji. Aku selalu berada di rangking 5 besar di sekolah, itu membuatku banyak dikenal oleh guru-guru, teman, adik dan kakak kelas. Tapi mereka tidak tahu bahwa aku paling takut tampil di depan orang banyak. Aku grogian. Itulah sebabnya, prestasi yang kuraih semuanya adalah yang kumenangkan tanpa harus beraksi di atas panggung. Pembawaan ku yang ceria dan cerewet di sekolah menjadi bumerang buatku. Karena gengsi, aku tak mengakui itu di depan bapak ibu guru. Berhari-hari ini membuatku  tak bisa tidur.

Aku memikirkan cara bagaimana agar aku tak jadi tampil. Bahkan setengah mati berharap acara itu dibatalkan, berdoa semoga saja terjadi sesuatu hal buruk agar acara itu tidak diadakan. Semua itu karena ketakutanku menghadapi hari itu. Membayangkan tentang hari itu saja perutku sudah sakit, seluruh badanku gemetar. Dan ketika tiba hari itu, paginya dikelas, aku berdua dengan ibu guru. Aku bilang, aku tidak bisa. Aku tak memberi alasan apa-apa. Aku hanya menunduk ketika ibu guru menasehatiku untuk jangan berpikir bahwa penampilan ku akan jelek nantinya. Ibu guru ternyata bisa menebakku. Ketika ibu guru bertanya lagi, aku masih menggeleng.
  

'Kunci untuk mengubah... adalah melepaskan rasa takut '
Rosanne Cash


Perasaan takut itu lebih kuat. Dan semakin kuat, sampai keringatku bercucuran deras sekali. Ibu guru menatapku seolah berkata, inikah peraih rangking tinggi disekolah yang ternyata untuk hal begini saja tidak punya nyali. Aku ingin menangis. Aku malu. Lalu tiba-tiba seorang anak perempuan dengan kruk menopang lengan kanannya datang menghampiri kami. Aku seperti pernah melihatnya. Ah, bukankah anak perempuan ini juga teman sekelasku?, ya, dia yang duduk di pojok kanan belakang. Aku sering melihatnya ketika aku berjalan ke belakang mengumpulkan buku PR teman-teman. Anak perempuan yang selalu tertunduk dan sangat pendiam. Teman sebangkuku pernah membicarakan anak ini. Kuingat temanku itu menjulukinya ‘manusia tak terlihat’ aku sendiri tahu maksudnya. Anak itu nyaris tidak pernah berbicara. Dan karena kruknya itu, beberapa teman sekelasku juga sering menggodanya. Ya, aku menyadari sebenarnya itu adalah ejekan. Anak itu yang berjalan tertatih-tatih menuju tempat aku dan ibu guru lalu berkata “ Bu, biar saya saja yang menggantikan, Galih ” katanya dengan suara datar dan kepala tertunduk. Ibu guru mengernyitkan dahi lalu berpaling menatap ku. Aku yang kaget dengan perkataan anak itu kembali tertunduk. Semakin menunduk.

Dan akhirnya, siang itu pada pembukaan perayaan Maulid di sekolahku, aku duduk dibangku paling depan diantara teman-teman menyaksikan si ‘manusia tak terlihat’ melantunkan ayat-ayat suci Al Quran, aku kira, lantunannya cukup bagus, suaranya merdu. Ketika kemudian bergantian seorang teman lain membaca terjemahannya, kami saling menatap. Saat semua yang hadir bertepuk tangan, aku tersenyum padanya seolah   berkata    “ terima kasih, kamu telah menyelamatkan hidupku hari ini ” Dia tak membalas senyumku, malah buru-buru menundukkan kepala. Ah, tunggu saja besok, aku akan menghampirimu di bangku belakang sana pada jam istirahat dan mengobrol denganmu, kataku dalam hati.


Seseorang pernah bilang pada saya :
'Tidak salah memiliki kekurangan & kelebihan. Yang salah ketika hanya kekurangan yang terlihat, sementara kelebihan tersimpan dalam ruang yang sempit'

Kisah ini diceritakan oleh teman SD saya dalam pertemuan kami beberapa waktu lalu. Karena kejadian itu ia berjuang keras menghilangkan penyakit groginya. Dan ia berhasil. Kini ia kerapkali tampil sebagai narasumber dalam berbagai seminar  dan pelatihan yang berhubungan dengan bidang yang digelutinya. Ia tak lagi gemetaran ketika tampil di depan umum. Obrolan ringan tentang masa kecil, tapi saya menangkap begitu banyak pesan dan makna di dalamnnya.


39 comments:

  1. hahaha. .kalau ngebahas masa kecil,malah kebalikannya. dulu saya rajin,ikut kayak gituan,lomba MTQ,dsb. .tapi sekarang,koq ya rasanya males. .Hahahaha. .
    met pagi aja ya mbak.

    ReplyDelete
  2. hmm kereeenn..
    i'm also scared a little klo tampil,,

    ReplyDelete
  3. waww, nice motivation post :)

    ReplyDelete
  4. memotivasi banget ^^

    pagi...
    have a nice day ^^

    ReplyDelete
  5. hal yg termasuk paling menakutkan di dunia..
    tampil di depan umum..

    ReplyDelete
  6. inspiratif,,,, heheh like this ka :)
    always waiting for your another post,, hehe

    -loovveecuuppss

    ReplyDelete
  7. Hhhmmmm...luar biasa mbak, kelebihan yang ada diruang sempit memang membutuhkan sebuah momentum untuk mengeksplor nya, dan ternyata teman mbak mampu ya, hebat sekali mbak, salam kenal mbak

    ReplyDelete
  8. saya juga grogian banget kalo harus tampil di muka umumm..
    nice post mba... suka ceritanya..

    ReplyDelete
  9. wah, temanmu itu sungguh luar biasa ya....dia begitu pede.

    ReplyDelete
  10. Suka sekali dengan kalimat ini : 'Tidak salah memilki memiliki kekurangan &kelebihan. Yang salah ketika hanya kekurangan yang terlihat, sementara kelebihan tersimpan dalam ruang yang sempit'

    ReplyDelete
  11. subhanallahhh, kerennyaaa ini kisah... saya sampe sedikit merinding saat baca bagian semua orang bertepuk tangan. Dan saat baca bahwa teman kamu sekarang jadi pembicara dalam berbagai seminar.

    orang2 yang baik dalam hidup ini adalah mereka yang menginspirasi orang lain dalam kebaikan, entah melalui kata2, atau perbuatannya....

    ReplyDelete
  12. wah, mantep buat renungan
    suka sekali sama tulisannya :D

    ReplyDelete
  13. HE ...semangat besar karena ada kemauan yang besar,,,

    ReplyDelete
  14. mm...betul!
    takut itu adalah kita sendiri..
    SEMANGAT!
    ^___^

    ReplyDelete
  15. duh bahasanya....?

    hihihihihihihihi..
    tetap berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya sobat...

    ReplyDelete
  16. Radhit lagi nech... Mampir yuks... kesini.., Sambil belajar desain Grafiss bareng-bareng..

    ReplyDelete
  17. benar
    keburukan itu terpampang lebar
    kebaikan itu tertutup sembunyi

    ReplyDelete
  18. aku juga sering seperti itu paling sulit menghilangkan perasaan takut

    ReplyDelete
  19. belum tampil di panggung badan udah gemetar trus keringetan... apalagi nanti di panggung...hehehe

    ReplyDelete
  20. wah,,,
    kayaknya saya harus ketemu ma temen kamu,,,
    hehhe
    soalnya biar saya suka diandalin ma lingkuangan sekitar
    tapi saya masi suka gak pede
    tuh,,
    aneh ya???

    xoxo
    YULIA RAHMAWATI
    Get Up,Survive, Go Back To The Bed

    ReplyDelete
  21. bagus kisahnya...oia, besoknya gmn?hehey...

    ReplyDelete
  22. Semua orang pasti punya kekurangan, tapi semua orang juga pasti punya kelebihan. Tinggal bagaimana caranya kita menampilkan kelebihan dan mengelola kekurangan.

    ReplyDelete
  23. tidak bisa, jelek, hancur itu karena belum pernah...

    ReplyDelete
  24. benar benar membuka inspirasi tulisannya
    ^_^
    thx sweet orange

    ReplyDelete
  25. Wah, stuju ma siroel, bagus ceritanya.

    ReplyDelete
  26. Memang tak semua orang memiliki keberanian utk tampil di depan umum.

    ReplyDelete
  27. Sebuah pengalaman hidup dari seorang teman yg bisa memberikan inspirasi..
    Bagus banget.

    ReplyDelete
  28. pencerahan yang mantap mbak... memang hanya satu hal yang perlu kita lakukan: mengalahkan ketakutan...

    ReplyDelete
  29. Cerita yg bagus.. kreatif.. (Tmn SD nya hehehe..)

    Salam Sillaturrahmi..
    Salam kenal..

    ReplyDelete
  30. sampe skrg saya masih malu klo jd pusat perhatian.. hehe

    ReplyDelete
  31. stiap pengalaman pasti menjaid sbuah inspirasi.

    ReplyDelete
  32. nice quote.. like this..!!! :)

    ReplyDelete
  33. kutipan nya bagus :))
    aku juga kadang takut takut tampil di depan , tapi selalu mencoba biar ga keliatan takut ^^a

    ReplyDelete
  34. wah.. postingannya bagus2

    salam kenal mba ika, blog nya saya link, boleh ya... :)

    ReplyDelete
  35. Wah hebat nih, kata-kata ni mmbuka' insfirasi bangt..mintak flw dikit yahc...

    ReplyDelete
  36. Wah hebat nih, kata-kata ni mmbuka' insfirasi bangt..mintak flw dikit yahc...

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berKunjung ke Blog sayah..Silahkan dikomentari ya... thnk u...(^_^). salam Blogger..

You Might also Read

Related Posts with Thumbnails